Re-decorate room is one of the way to heal every pain. You may tidy up something old in the room that had a lot of memories about the time was. And just in a second you can smile, and remembering the memories just like bring you to the time on stuff you've found. It was fun! I experienced it. When my heart felt that blue, then I help my dad to clean the 2nd floor, I found some stuff that remembering me about my last high school moment. Directly I forgot my pain, then I was smiling all the day. I found some write-chat between me and Ridho about person I like, I found my scratch that always there on the last page of my notebook, all of my grumbling, my minds, my opinions about school and lessons. Oh my God! :') but even so, not all of the old stuff could bring a smile for you. You know, time was not always about happiness. Yes here, in my room I found a pieces of letter about my last love that already gone, I found my notebook which is contain with my sorrow when my dad sentenced to suffer a particular disease.. well life is balanced that way, isn't it?

Then I decided to make the new of me. The present memories that will be find someday. The new room decorate, color, and stuff ;) I hope my room's decorate will inspiring you to make your own room. Having privacy room is like a hell! you can do anything there that only God know :p enjooooooy 


Oh! I almost forgot to tell you that I was failed on photo competition that I've followed about last week :( Wish me luck for another writing competition that will be announced in the end of next month! *fingercrossed*





"I've looked at clouds from both sides now
From up and down and still somehow
It's clouds illusions I recall
I really don't know clouds at all
"

- Caryl Rae Jepsen | Both Sides Now - 

I actually have no idea with this song, but this is my currently song I've been listening of much. There are lot of 'clouds' word. I love cloud. Their shape and tone. Sometimes they could look beautiful with their white and shinning color under the sun, with skies as a background. But sometimes, they could make you afraid when it turns thick and cold. I do choose the beautiful clouds, of course. Like what we did today at the Harbor near the town. To be honest, I'm not in a cheerful feeling like I used to. Something went wrong, but I dont know what. I have to picked the pieces of me once again. I'm tired. I should prepare it well. But friends, are never sleep to always make me happy! Went to harbor and took some photos. We actually wanted for the sunset but we lost it. We left the harbor when the sunset time. Funny, huh? Its all my bad :(

Color can do anything that black-and-white can. -  Vincente Minnelli

I decided to make my black and white photos. It just shows my heart ..

 
I was splashed in the puddles, my shoes got wet and cold! Hanafi and Lucy was laughing at me | I love the road. It looked like an airstrip | the madness pose of me | I liiiikkkeee Hanafi's fisheye lens. And it too expensive :|


Just visited Architecture Diponegoro University's project named 'Welcoming the Freshmen'. Came along with Lucy and Hanafi hehehehehe. Just say no more, I actually not in a good mood to write too much here. Here are some photos I took :)


Copyrights © 2012 Aldila Firamdania. All rights reserved



Unplanned freaky-friday with my girls, Alhamdulillah..... <3


Such a very short post! I'm yawning for so many times :O 
Goodnight 

XOXO



 

Perencanaan Finansial Pendidikan sang Buah Hati
Anakku, Investasi Masa Depanku

 Oleh : Aldila Firamdania

Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang harus dimiliki oleh setiap orang untuk menjalani kehidupan. Pendidikan yang baik tidak hanya diperoleh dari bangku sekolah, melainkan dari mana pun, kapan pun. Bahkan pendidikan moral telah diajarkan dari lingkungan paling kecil yaitu keluarga kita. Orang tua kita mengajarkan hal – hal baik dan bermanfaat, mengajarkan dan menunjukan sesuatu yang baik dan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan. Anak adalah buah hati kita, keturunan kita yang diharapkan dapat meneruskan silsilah keluarga menjadi semakin baik dan mapan. Setiap orang tua, pasti memiliki keinginan agar anak – anaknya menjadi insan yang lebih baik dan beradab daripada orang tuanya, tidak peduli setinggi apapun posisi, dan kedudukan orang tua itu sendiri. Misalkan saja, Abah (sebutan untuk Ayah) saya hanyalah seorang guru SMP. Beliau selalu menginginkan salah satu dari ke 4 anaknya, menjadi seorang tenaga pengajar seperti beliau. Namun beliau tidak menghendaki kami menjadi guru SMP, sama seperti beliau. Abah menginginkan kami menjadi tenaga pengajar setingkat SMA atau syukur – syukur kita bisa mengenyam pendidikan universitas setingkat Pasca Sarjana, dan lulus menjadi seorang dosen atau profesor. Impian yang baik, bukan?

Namun, semakin tinggi pekerjaan yang diharapkan dari seorang Ayah kepada anaknya tidak terlepas dari peran pendidikan yang menjadi dasar tercapainya cita – cita seseorang. Abah yang hanya seorang Guru swasta memiliki penghasilan yang tidak sebanding dengan biaya kuliah untuk mewujudkan impian seorang anak menjadi dosen yang didukung dengan latar belakang perguruan tinggi terkemuka (kecuali dengan bantuan beasiswa yang diajukan). Disini, saya sebagai anak bungsu menjadi satu – satunya investasi terakhir yang dimiliki orang tua saya. Syukurlah, orang tua saya masih mampu membiayai pendidikan saya hingga saya di terima di salah satu politeknik negeri di kota Semarang. Dengan kesempatan yang telah saya terima, saya memiliki keinginan besar yang akan saya persembahkan untuk masa depan saya selanjutnya yang lebih baik. Anak saya.

Kesempatan melanjutakan jenjang pendidikan di politeknik negeri setelah lulus SMK merupakan sesuatu yang patut saya syukuri. Oh iya, adakah dari pembaca mempertanyakan kenapa saya memilih jalur pendidikan SMK daripada SMA? Bahkan SMK yang saya pilih adalah SMK yang memiliki jenjang pendidikan selama 4 tahun. Alasan pertama karena pada awalnya, saya tidak lolos seleksi penerimaan siswa baru di salah satu SMA favorit di kota Semarang dan alasan kedua adalah agar saya memiliki persiapan untuk bisa langsung mencari pekerjaan jika suatu saat orang tua saya tidak mampu membiayai tingkat pendidikan lanjut di universitas.  Seperti yang kita tahu, di masa sekarang biaya pendidikan di Indonesia tidak membutuhkan biaya yang sedikit. Semakin maju era globalisasi dan teknologi, maka semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan untuk menunjang program pendidikan di perguruan tinggi. Dengan kondisi ekonomi yang tidak stabil di dalam keluarga, di tambah lagi faktor kesehatan Abah yang sudah menurun, hampir membuat saya kehilangan kesempatan untuk mengenyam bangku kuliah. Dari hal yang telah terjadi di keluarga saya, saya menarik kesimpulan dan pandangan tentang rencana masa depan apa yang akan saya lakukan pada anak saya kelak untuk masalah pendidikannya yang sudah pasti akan meningkat bahkan 10x lipat dari sekarang.

Investasi untuk pendidikan anak adalah hal mutlak yang akan saya lakukan begitu saya sudah mendapat pekerjaan yang mapan. Akan menjadi lebih ringan jika saya sudah mendapatkan pasangan hidup yang bisa sama – sama memulai memperhitungkan biaya pendidikan anak, selain merencakan masalah finansial untuk hal lain seperti; rumah, kendaraan, perabot rumah tangga, dan lain – lain. Hal ini juga akan saya mulai bahkan jauh sebelum saya memiliki anak sekalipun, karena mempersiapkan jauh – jauh hari akan memberi rasa tenang untuk diri kita sendiri. Perusahaan bank pun kini menyadari pentingnya pendidikan untuk anak usia dini. Saat ini, ada banyak sekali produk perbankan dari berbagai macam bank yang memberikan solusi perbankan kepada kita mengenai perencanaan finansial untuk pendidikan sang buah hati; misalnya saja tabungan untuk program pendidikan anak dimasa depan, asuransi pendidikan, beasiswa pendidikan atau layanan produk lainnya. Karena seperti orang tua saya, saya juga ingin anak saya kelak menjadi insan yang lebih baik, lebih sejahtera, lebih bahagia dari ibu/ayah atau bahkan dari keluarga – keluarganya terdahulu. Ada beberapa layanan perbankan yang diberikan untuk anak – anak agar mereka rajin menabung dan mengetahui arti penting menabung dengan cara yang menyenangkan. Kemudahan transaksi juga menjadi faktor penting agar anak – anak tidak malas menabung. Seperti contohnya ketersediaanya ATM yang tersebar di banyak tempat, membuat beberapa bank juga menyediakan kartu ATM yang menarik dan tampilannya sudah pasti banyak diminati oleh anak – anak. Bahkan bukan hanya untuk anak usia dini saja, kini banyak instansi sekolah atau universitas yang bekerja sama dengan perusahaan bank tertentu dengan membukakan rekening bank yang terkait untuk masalah pengelolaan finansial pendidikan. Sehingga pembayaran biaya kuliah/sekolah bisa dengan mudah dilakukan melalui transaksi e-banking, atau transfer biaya kuliah melalui ATM. Dengan tetap mendapatkan pengawasan dari orang tua, anak – anak bisa bertransaksi dimana pun, kapan pun. Bahkan orang tua juga bisa dengan mudah mentransfer sejumlah uang dengan batas yang ditentukan kepada anak – anak dengan cepat. Kebebasan finansial juga penting dilimpahkan sepenuhnya kepada anak. Hal ini bertujuan untuk mengukur seberapa jauh mereka mengontrol pengeluaran dan menjadi bahan observasi kita sebanyak apa uang yang kita berikan kepada mereka untuk dikelola sendiri. Dengan demikian anak akan mengetahui makna uang dan manfaat menabung, terlebih lagi menabung untuk keperluan di masa mendatang.

Impian saya juga tidak jauh – jauh dari apa yang diinginkan orang tua saya ketika saya menjadi dewasa. Saya ingin anak saya menjadi seorang arsitek, dengan latar belakang pendidikan yang  tinggi dan menjanjikan. Arsitek dan mengenyam bangku kuliah pada salah satu universitas terkemuka di Indonesia merupakan impian saya yang belum sempat terwujudkan. Seperti yang telah saya sebutkan diatas, pengelolaan finansial untuk pendidikan anak akan saya utamakan. Saya tentu tidak mau anak saya merasa terbebani dengan biaya kuliah yang tidak mampu saya penuhi untuk masa depannya. Memenuhi kebutuhan akan pendidikannya adalah kewajiban saya untuk menciptakan anak yang memiliki pribadi yang menjanjikan dan bermanfaat bagi diri sendiri atau untuk orang – orang disekitarnya. Entah bagaimana saya memulainya, yang pasti saya akan memperjuangkan apapun demi pendidikan anak saya kelak. Semoga anak saya benar – benar bisa mewujdukan impian saya, menjadi seorang Arsitek profesional. Impian yang tertunda karena beberapa hal yang datang secara tidak terduga. Apalah investasi terbesar yang dimiliki orang tua, selain anak – anak nya? :)

The happiness was still around. The farewell was held after the graduation party. We had some money that has collected before and the result was not bad. Held a short meeting with guys and we've dicided to rent a house-ready-to-occupied which is actually haven't ready yet to promote, but we've found it first! hehehe :p So, we rented a Guest House, the member of Bale'sae Property Investment which is located in Semarang Indah, South Semarang. The house is quite comfy, consist of 3 bedrooms, a pantry, 2 rest rooms, living room, backyard, and a wide fish pond with a garden lights around. For us, less than 33 heads are more than enough space!. Full of laugh, sharing, taking pictures, games, happiness, foods, beverange, and every litte piece that couldn't mentioned one by one.


Another randomly picked for doorprize and I got 10K pulse voucher for free hihihihihihi! So happy x)


My favourite part is exchanging gift time! I got a pink mouse bandana. Soooo cute! ;) Meanwhile, I wrapped a mug for those who luckly get. The way we choose are random. Our eyes were covered by cloth and we have to reached it randomly. Every gift are wrapped by newspaper so its 'blind gift'! So fun! We put our 'blind gift' inside of this closed box.

Sleepy face -___- that was about midnight!


What I use : Nikon D5000 + stnadart lens (18-55mm) + Yongnuo Speedlite YN462 Digital eksternal flash | Photo taken by Roga Setiawan and Me!

We were awake till the time shows that that was already 2.30 a.m. BBQ-ing is the end of farewell schedule. Enjoy the food and beverage. So hard to leave that place very soon. After a short speech from Wijat as an everlasting class leader, we were hugged each other. Even some of us was crying, couldn't hold the tears. Realizing that we've completed our duty for 4 years, in this hard school. Oh my God... I'm the 37th Alumni, start from now :') Welcome to the jungle, Fira.