aku nulis ini dengan mata yang sembab dan sayuuu. udah ngantuk bangeeet aaaaa
anyway,
aku selalu males kalo ada orang yang tanya sama aku tentang masa depan. tentang pilihan apa nanti yang bakal aku ambil setelah lulus dari sekolahku. sekolah yang padet sama jadwal pelajaran, normatif adaptif,produktif. hampir bisa dipastiin buat kelas 3 ini aku jadi jarang bisa santai, jarang punya waktu luang dirumah buat istirahat. rasanya waktu 12 jam sehari itu cepeeeeeeet bnaget :(
aku sadar sekolah disini itu ternyata nggak gampang. aku pikir dulu waktu kelas satu kelas dua, sekolahku termasuk santai dengan mata pelajaran yang nggak serumit SMA. tapi sama aja. justru kalo aku lihat, temen2ku disini lebih terforsir waktunya buat disekolah. pulang sore, kegiatan ini itu, tugas ini tugas itu, penilaian ini penilaian ituuuuuu

sampe pernah suatu kali tetep di tingkat 3 aku sama temenku ngobrol tentang proses belajar kita selama beberapa bulan jalan. semua tentang ulangan, materi pelajaran, tuntutan standart kelulusan, tuntutan sekolahku yang 'biasanya' meluluskan lulusan terbaik buat mengisi bagian2 di industri. kadang kita merasa ditekan dan dituntut terlalu dalam sama petinggi-petinggi sekolah. peraturan yang mulai berkembang haaaaaaaaaaah rasanyaaaaaa 'O'

aku sadar dari sedikit obrolanku sama ibu,beliau tetap berharap aku bisa mengimbangi teman2ku yang nggak cuma berasal dari rayon sekolah, tapi dari seluruh Indonesia yang punya kemampuan yang beda2. ibuku tau aku bukan termasuk anak yang pandai mengimbangi temanku yang terpandai di kelas, tapi ibuku yakin aku memiliki kemapuan. hanya saja buat membangun semangat dan percaya dirinya lagi itu yang susah. ibu bilang memang sekolah di tempat aku sekolah sekarang ternyata sama beratnya kayak di SMA yang juga bertaraf SBI meskipun di konteks yang berbeda. dari obrolan kita barusan, ibu meyakinkan lagi kalo peribahasa "berakit rakit ke hulu berenang renang ke tepian, bersakit sakit dahulu, besenang senang kemudian" itu FAKTA! (kayak begitu bukan sih peribahasanya? hehe --a lupa). nggak mau tau darimana datengnya, pokoknya semangat dari diriku sendiri harus ada. keyakinan harus tersedia biar nanti aku bisa lulus sekolah dengan ijazah yang laku di industri atau di universitas. nggak mau tau gimana caranya, ketenangan yang aku butuhkan setiap belajar harus muncul, meskipun kayaknya susah banget mengingat aku selalu kembali patah arang begitu inget kegagalan kegagalanku di beberapa mata pelajaran, kekecewaanku ketika aku udah merasa aku berjuang setengah mampus ternyata cuma berpengaruh setengah atau bahkan gagal sama sekali -_______- aaaaaaaaaaaa itu susaaaah sekali

aku juga sadar dari sebuah kata kata teman tentang perilakuku yang suka merendahkan dan kurang bersyukur atas sifat2ku sendiri yang seharusnya jadi sebuah ke-relatif an atas penilaian orang lain tapi malah aku judge ke diriku hampir setiap hari :( berasaaaa jadi loser

apapun itu aku belum tau apa yang terjadi di masa depanku nanti. sempet aku mikir aku cuma perlu melakukan apa yang harusnya aku lakukan sebagai aku dan profesiku (atah bahasane) sebagai siswa, tanpa obsesi yang ketinggian karena kalo jatuh, bakal sakit sekali. tanpa ada maksud buat menyombongkan, aku bakal mencoba menenangkan diri dan mengawalinya dengan basmalah ..

Semoga aja Allah mendengar semua ikhtiar ku, Abah dan Ibuku :)
nite all :*


gift from Hansek 2010 on 3rd Grade :p

a mud in my shoes hihihihi
impressingly :)