PUISI ABAH :')

by - Monday, July 05, 2010


“abah sehat to?”

Dimataku abah tidak pernah sakit
Ketika aku melihat abah kuat berdiri untuk melaksanakan solat dhuhur
Maka aku benar-benar yakin bahwa abahku tidak sakit
Ketika aku mengawasi abah yang mampu untuk bangkit dan mengganti bohlam lampu kamarku yang mulai redup
Maka aku benar-benar yakin bahwa abahku masih bisa seperti dulu
Ketika aku mendengar suara abah yang melafazkan ayat-ayat Al-Qur’an setiap pagi sore dan ba’da maghrib hingga ia mampu khatam kembali yang ke 50 kalinya
Maka aku benar-benar yakin bahwa Allah menyayanginya
Ketika aku merasakan tubuh abah yang sekarang mengurus, memelukku waktu aku berulang tahun yang ke 17 tahun dan menangis terisak sambil berkata “abah rak iso maringi opo-opo nduk,selamat ulang tahun ya” (abah nggak bisa ngasih apa-apa nduk,selamat ulang tahun ya)
Maka aku benar-benar yakin abahku masih mengingat ulang tahun putri bungsunya ini
Ketika aku menemani abah di meja makan dan melihat abahku dhahar begitu lahap,selalu bersyukur ketika sepiring nasi berhasil dihabiskan dengan kenikmatan makan yang sama seperti orang biasa,alhamdulillah
Maka aku benar-benar yakin abah masih bisa gemuk seperti sedia kala
Ketika aku melihat abah mau berbaur dengan bapak-bapak disekitar rumah dan berbagi pengalaman tentang penyakitnya
Maka aku benar-benar yakin,abah tidak ingin ada lagi orang yang sama seperti abah
Ketika aku melihat abah tertawa melihat foto-foto kecilku yang begitu centil,melihat foto abangku yang begitu cengeng,mengingat kakakku-kakakku yang begitu berbakat dan cantik lewat foto-foto mereka,mengabadikan momen masa lalu yang begitu indah
Maka aku yakin abahku masih ingin seperti dulu sekali
Dan ketika aku selalu menyemangati abah dan memberi dukungan lewat doa
Maka aku benar-benar yakin Allah masih terus mendengar aku dan memberi kesempatan abahku untuk mengabulkan permintaan terbesar dalam hidupnya saat ini …

“Iya, Abah akan selalu sehat, nduk”

You May Also Like

0 comments